Unrequited Love
God, thanks for always giving me an unrequited love. You protect me in Your way. Thanks..

God, thanks for always giving me an unrequited love. You protect me in Your way. Thanks..

Kalo kata orang, hidup itu seperti roda, kadang kita ada di atas dan kadang berada di bawah. Aku percaya hal itu. Tapi ada 1 hal yang aku pertanyakan. Butuh berapa lama untuk sebuah sisi roda yang berada di bawah berputar ke atas?

(via icanread)
The Simple Secrets of Happiness, eh?
Viva Espana. Viva La Furia Roja. Spain for World Cup 2010 Champion!
Dengan terpilihnya Spanyol sebagai juara piala dunia tahun 2010 ini membuktikan bahwa permainan sepak bola indah masih unggul dibandingkan permainan sepak bola pragmatis. Untuk apa menanggalkan jati diri dan prinsip hanya untuk meraih sebuah kemenangan? Untuk apa mempertontonkan permainan yang tidak bisa dinikmati hanya untuk mengejar kejayaan? Apa yang akan terjadi jika kemenangan itu ternyata bukan milik kita? Jawabannya, hanya penyesalan yang tertinggal.
Permainan pragmatis. Permainan yang hampir “menghalalkan segala cara” sehingga membuat wasit dengan ringannya mengayunkan tangan untuk mengeluarkan kartu. Bermain ngotot. Permainan keras. Permainan seperti itulah yang dimainkan Belanda, yang telah meninggalkan Total Football mereka, untuk meraih kemenangan pada laga final piala dunia 2010 ini. Namun, Belanda harus bertemu dengan Spanyol, tim yang bisa dikatakan ‘miskin’ gol tapi selalu menunjukkan permainan yang enak dilihat. Mereka selalu membuat lawan tidak berkutik dengan permainan Tic-Tac, aliran umpan-umpan pendek yang diolah oleh kaki-kaki para maestro sepak bola dari Spanyol. Itulah prinsip. Itulah permainan indah. Bahkan Belanda dengan taktik pragmatisnya yang sepertinya sangat ingin menghancurkan permainan Spanyol, tidak berkutik di tangannya. Ball possession dimenangkan oleh Spanyol. Tinggal menunggu waktu sampai akhirnya 4 menit sebelum peluit panjang berbunyi di babak kedua perpanjangan waktu ditiupkan, bola yang dilayangkan oleh Andres Iniesta bersarang di gawang Belanda. Keluarlah Spanyol sebagai juara dunia 2010.
Apa yang bisa dipelajari?
Spanyol, meskipun ini laga penentuan mereka, percaya dengan prinsip permainan yang selama ini mereka mainkan, yang membuat mereka melaju sampai di laga terakhir, yang meskipun membuat mereka selalu hanya bisa mengungguli lawan dengan selisih 1 gol, namun akhirnya membuat mereka menang menjadi juara dunia 2010.
Sedangkan Belanda, yang sudah menanggalkan identitas dengan 1 tujuan, membuat gol sebanyak-banyaknya dan menang, sangat terpukul atas kekalahan yang mereka terima. Hal tersebut terjadi karena dari awal tujuan mereka hanya bermain dan menang. Kalau tidak menang? Nah lho?!
Terpusat pada prinsip sama dengan terpusat pada proses. Bagaimanapun hasilnya nanti, asal kita sudah menjalankan segala sesuatunya sesuai dengan proses yang berprinsip, hasil hanya akan menjadi sebuah bonus. Tetapi, jika ternyata hasilnya buruk nanti, tidak akan ada penyesalan yang tertinggal. Itulah yang dapat saya pelajari kali ini.
nb: Saya pendukung Spanyol dari awal piala dunia 2010 dimulai. Berbeda dengan Belanda, yang melaju denga mulusnya dengan banyak gol yang tercipta, Spanyol melaju dengan pas-pas-an. Hal tersebut membuat saya was-was karena Italia, jagoan saya juga, telah tersisih. Apalagi Spanyol harus kalah dari Swiss 0-1 pada pertandingan perdana mereka di Afrika Selatan. Tapi akhirnya Spanyol dapat maju ke babak final untuk pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya juga, Spanyol akhirnya meraih gelar juara World Cup 2010 dan menjadi negara ke 8 yang berdiri di atas tahta perhelatan sepak bola sejagat. Viva Espana. Viva La Furia Roja!!


Yeah, you got me this time..I couldn’t take you out of my brain.
This is not your fault. This is mine for sure.
Why did I take our conversation deeply?
Why did I take our relationship seriously?
Whereas I know that you couldn’t see me as the one.
What are we?
Now I lose my way, when you lost suddenly.
Where are you?
You don’t even say a word.
Did I make a mistake to you?
Please tell me, what should I do?
Now I lose my way.
Okay, if this is the end of our story.
I won’t wait for you anymore.
Don’t come back.
Or if you plan to come back, don’t treat me as you want.
Because I’m weak. My heart was weak.
And I’ll become a masochist when it is related to you.
Don’t come back.
I promise that I won’t take our conversation deeply anymore.
Not again. This is enough. You got me.

This is also one of my favorite!! >.<
Kaka